Senin, 14 Desember 2015

0 [J-Dorama] Hidarime Tantei EYE – Renzoku

Hello! Kali ini saya akan me-review drama Hidarime Tantei EYE. Bukan versi Tanpatsu melainkan versi Renzoku. O, iya Tanpatsu itu versi SP sedangkan Renzoku itu versi seriesnya
Hidarime Tantei EYE versi Renzoku ini terdiri dari 8 episode. Jika ingin menontonnya, tontonlah versi Tanpatsu-nya terlebih dahulu karena versi Tanpatsu tersebut menceritakan kondisi awal tokoh utama. Dorama ini sudah tergolong lama – tepatnya diputar pada tahun 2010. Theme song dari dorama ini ialah “Hitomi no Screen” yang dibawakan oleh Hey! Say! JUMP.

Hidarime Tantei EYE menceritakan tentang seorang siswa kelas tiga SMP yang telah melakukan transplantasi kornea pada mata kirinya. Penglihatan mata kiri siswa tersebut sangat buruk dan kakak laki-lakinya  – Tanaka Yumehito – mendonorkan kornea mata kirinya untuk adiknya. Sejak melakukan transplantasi tersebut, Tanaka Ainosuke – tokoh utama dorama ini – seringkali melihat gambar-gambar yang tidak pernah dilihat sebelumnya pada mata kirinya. Hal ini terjadi hanya jika Ia dipukul atau kepalanya terbentur di daerah mata kiri. Setelah mengetahui bahwa gambar yang dilihatnya menggunakan mata kirinya itu merupakan apa yang dilihat oleh kakaknya dan kenyataan bahwa kakaknya merupakan penjahat yang merancang berbagai rencana kriminal, Ainosuke berusaha menggagalkan rencana kriminal kakaknya dengan menggunakan kekuatan mata kirinya. Di setiap episode akan terdapat sebuah kasus kriminal yang sengaja dilakukan oleh Yumehito untuk mencapai tujuan akhirnya.

Ainosuke tidak berjuang sendirian tentunya untuk menggagalkan rencana Yumehito. Ia ditemani oleh seorang guru kesehatan Sayama Hitomi yang pada awalnya membantu Ainosuke dengan tujuan mendapatkan uang hadiah. Hitomi selalu terlilit hutang akibat kebiasaan belanjanya yang berlebihan dan ia berpikir jika membantu Ainosuke menyelesaikan kasus kejahatan,maka ia akan mendapatkan uang hadiah dari pihak kepolisian :| 

Alasan mengapa saya menyarankan menonton versi Tanpatsu terlebih dahulu adalah karena di versi Tanpatsu tersebut diceritakan bagaimana Ainosuke mengetahui Yumehito tidak meninggal melainkan masih hidup dan merupakan seorang perancang rencana kriminal yang hebat. Versi Ranzoku bisa dikatakan merupakan cerita lanjutan dari versi Tanpatsu.

Pemeran dorama ini adalah:
  • Yokoyama Yu sebagai Tanaka Yumehito
  • Ishihara Satomi sebagai Sayama Hitomi
  • Okada Yoshinori sebagai Kato Takashi
  • Katahira Nagisa sebagai Komukai Noriko
  • Haruna Ai sebagai Akikaze Miruku
  • Watanabe Ikkei sebagai Yoshida Ichiro
  • Sano Shiro sebagai Fukuchi Yuya
  • Crystal Kay sebagai Kokusho Akira 
Saya tidak akan bercerita panjang lebar mengenai alur dorama ini karena nantinya malah spoiler dan tidak seru lagi untuk ditonton :P Dalam dorama ini, Nakayama Yuma (personel NYC) juga tampil sebagai pemeran tamu di episode 1 dan 2. Peran Yuma dalam dorama ini adalah seorang siswa kelas 3 di sekolah yang sama dengan Ainosuke dan memiliki badan yang lemah. Ia sering tidak masuk sekolah karena anemia dan kurang makan. Nantinya ibunya memegang peranan cukup penting di tiga kasus pertama yang terjadi. Kasus kriminal yang terjadi di dalam dorama ini berkisar pada kasus penculikan, pembunuhan, dan teror bom.

Secara keseluruhan saya menikmati film ini. Jumlah episode yang tidak terlalu banyak membuat saya tanpa sadar telah menamatkannya dalam 3 hari saja. Durasi setiap episode berkisar antara 45-65 menit. Setiap kasus yang ada saling berkaitan satu sama lain. Hal inilah yang menurut saya menjadi daya tarik film ini. Walaupun saya sudah mencapai episode ke-7, saya masih belum bisa menebak apa tujuan akhir yang ingin dicapai oleh Yumehito. Dorama ini sukses membuat saya bertanya-tanya sepanjang episode apa tujuan akhir Yumehito dan apa hubungannya dengan Ainosuke.

Menjelang 20 menit terakhir episode akhir dorama ini barulah semuanya terungkap. Menurut saya, klimaksnya terlalu cepat berakhir. Entah mengapa saya kurang puas dengan penyelesaian kasus terakhir tersebut. Rasanya terlalu mudah :P But, overall dorama ini worth untuk ditonton :D Kalau saya memberikan penilaian, hmm..mungkin 8/10 karena pemeran utamanya adalah Yamada Ryosuke :P *just kidding* Yap, saya akan memberi nilai 8/10 karena secara keseluruhan ceritanya menarik, cukup banyak unsur yang mengagetkan di dalamnya, dan Ryosuke sukses memerankan Tanaka Ainosuke. 

Sebelumnya, saya pertama kali melihat penampilannya di dorama Risou no Musuko dan karakter yang diperankannya adalah anak yang ceria, jahil, dan senang bercanda. Saya terkadang membayangkan bagaimana jika ia memerankan karakter anak yang kesepian dan memiliki masa lalu yang kelam. Well, saya tidak perlu membayangkannya lagi karena saya berhasil melihatnya memerankan karakter seperti itu di dorama Hidarime Tantei EYE ini. Ekspresi yang dibawakan di film ini ialah ekspresi serius dan sedih. Baru pada episode terakhir saya melihatnya tersenyum *kyaaaaa* :P

Kembali ke Hidarime Tantei EYE :D

Hidarime sendiri artinya adalah Left-Eye. Tantei = detective. Jadilah Hidarime Tantei EYE = Left-Eye Detective Eye. Ketika menonton episode pertama dorama ini, saya teringat akan Bloody Monday. Konsepnya hampir serupa yaitu seorang anak lelaki yang berusaha menggagalkan rencana jahat seseorang dan anak tersebut rela melakukan apa saja demi menggagalkan rencana tersebut. Tapi, bila saya disuruh memilih antara Bloody Monday dan Hidarime Tantei EYE, saya akan memilih Bloody Monday. Cerita Bloody Monday lebih kompleks dan lebih banyak unsur menegangkannya. Jadi, walaupun ada Yamada Ryosuke di Hidarime Tantei Eye, saya tetap memilih Bloody Monday :D *FYI, saya juga suka dengan Miura Haruma :P *

Namun, bukan berarti karena saya memilih Bloody Monday dibandingkan Hidarime Tantei EYE, lantas dorama ini tidak bagus untuk ditonton. Nope. Pandangan saya tetap sama. Dorama ini worth untuk ditonton kalau kalian memang suka dengan cerita detektif. Ah! Saya juga kurang suka dengan karakter Hitomi. Menurut saya, karakter Hitomi bukanlah karakter seorang guru dan tingkahnya juga menyebalkan. Tapi, *lagi-lagi tapi* Ishihara Satomi sukses memerankan karakter Hitomi dengan baik. Ia bisa bertingkah menyebalkan tapi juga dapat menunjukkan sisi dimana Ia sebenarnya peduli dengan Ainosuke dan rela membantunya dengan tulus walaupun tanpa uang hadiah. 
  
Sekian dari saya mudah-mudahan berguna :D 

再见!

 

Selasa, 24 November 2015

0 VIDEO Anaa Kompleks

Video disamping adalah pas malam natal ketika aku dan teman-teman jalan bersama di Kupang menikmati pesta kembang api.











Video disamping ketika herlem shake sedang populer pas adek-adek kompleks sedang bermain wkwkw semangat sekali mereka :D

Sabtu, 14 November 2015

0 ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN





1.   Pengertian Ilmu Pengetahuan 
           sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.
2.  4 Hal Sikap yang Ilmiah
  • Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif.
  • Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
  • Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.
  • Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali
3.  Pengertian Teknologi
Sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produk
4.  Ciri-Ciri Fenomena Teknik Pada Masyarakat
  • Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
  • Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
  • Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
  • Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
  • Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
  • Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri
5.  Pengertian Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Nilai
     Ilmu Pengetahuan , yaitu sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.
     Teknologi , yaitu sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi.
     Nilai , yaitu sesuatu yang memiliki harga, menunjukkan kualitas.

6.  Pengertian Kemiskinan, yatu :
     Kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti pangan, pakaian dan tempat berteduh .

7.  Ciri-Ciri Manusia yang Hidup Dibawah Garis Kemiskinan, yaitu :
·         Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan.
·         Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
·         Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD.
·         Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
·         Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai ketrampilan

8.  Fungsi Kemiskinan
  • Pertama : adalah menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, tetapi di bayar murah
  • Kedua : kemiskinan adalah menambah atau memperpanjang nilai guna barang atau jasa. Baju bekas yang sudah tidak terpakai dapat di jual kepada orang-orang miskin
  • Ketiga : kemiskinan adalah mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena di bayar murah, petani tidak boleh menaikan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.
  • Kempat : kemiskinan adalah menyediakan lapangan kerja,bagaimana mungkin orang miskin memberikan lapangan kerja ? karena ada orang miskin lahirlah pekerjaan tukang kredit ( barang atau uang ) aktivis-aktivis LSM ( yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan kantor ) belakangan kita tahu bahwa tidak ada komunitas yang paling laku di jual oleh negara ketiga di pasaran internasional selain kemiskinan.
  • Kelima : kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya, perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat menunjukan kekuasaannya dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya

Kamis, 12 November 2015

0 AGAMA DAN MASYARAKAT


      Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibutikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figure nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan. Bukti di atas sampai apada pendapat bahwa agama merupakan tempat mencari makna hidup yang final dan ultimate. Kemudian, pada urutannya agamayang diyakini merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosialnya dan kembali pada konsep hubungan agama dengan masyarakat
Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial menyangkut dua hal yang sudah tentu hubungannya erat memiliki aspek-aspek yang terpelihara. Yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas social dan grup social, perseorangandan kolektivitas dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agma diwarnainya. Yang mempunyai seperangkat arti mencakup perilaku sebagai pegangan individu dengan kepercayaan dan taat kepada agamanya. Agama sebagai suatu system mencakup individu dan masyarakat, seperti adanya emosi keagamaan, keyakinan terhadap agamanya. 
Dalam proses sosial, hubungan nilai dan tujuan masyarakat relative harus stabil dalam setiap momen. Bila terjadi perubahan dan kultural hancurnya bentuk social dan cultural lama. Masyarakat dipengaruhi oleh berbagai perubahan sosial. Setiap kelompok berbeda dalam dalam kepekaan agama dan cara merasakan titik kritisnya. Dalam kepekaan agama setiap kelompok berbeda dalam menafsirkannya, semua sesuai dengan situasi apa yang dihadapi oleh kelompok tersebut. Disamping menawarkan nilai-nilai dan solidaritas baru, juga tampil pola-pola sosial untuk mencari jalan keluar dari pengalaman yang mengecewakan anomi, menetang sumber yang nyata dan mencoba mengambil upaya pelarian yang telah disediakan oleh situasi.
1.Fungsi Agama
         Aspek yang perlu dipelajari dalam membahas fungsi agama adalah kebudayaan, social dan kepribadian. Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena social terpadu yang pengaruhnya dapa diamati dalam perilaku manusia. Fungsi agama sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengatasi diri dari ketidakpastian, ketidakberdayaan dan kelangkaan; dan agama dipandang sebagai mekanisme penysuaian yang paling dasar terhadap unsur-unsur kehidupan, memenuhi kebutuhan masyarakat. Contohnya dalam melakukan transaksi jual beli agama berperan dalam menjaga kepercayaan manusia yang satu dengan yang lainnya dalam melakukan transaksi. Masalah fungsionalisme agama dapat dianalisis lebih mudah pada komitmen agama. Dimensi komitmen agama, menurut Roland Robertson (1984), diklarifikasikan berupa keyakinan, praktek, pengalaman, pengetahuan dan konsekuensi.
A.Dimensi keyakinan harapan bahwa orang yang religious akan mengikuti kebenaran ajaran-ajaran agama.
B. Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan memuja dan berbakti, yaitu perbuatan untuk melakukan komitmen agama secara nyata.
C.Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu. Yaitu orang yang benar-benar religious pada suatu waktu akan mencapai pengetahuan yang langsung dan subjektif tentang realitas tinggi.
D.Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan bahwa orang yang religius akan memiliki informasi tentang ajaran pokok keagamaan.
E. Dimensi konsekuensi dari komitmen religious berbeda dengan tingkah laku perseorangan dan pembentukan citra pribadinya.
2. masyarakat-masyarkat Industri Sekuler
Masyarakat industri bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan, sebagian besar penyesuaian-penyesuaian terhadap alam fisik, tetapi yang penting adalah penesuaian-penyesuaian dalam hubungan-hubungan kemanusiaan sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai konsekuensi penting bagi agama. Salah satu akibatnya adalah anggota masyarakat semakin terbiasa menggunakan metode empiris berdasakan penalarandan efisiansi dalam menanggapi masalah kemanusiaan, sehingga lingkungan yang bersifat secular semakin meluas, seringkali dengan pengorbanan lingkungan yang sakral. Watak masyarakat sekuler menurut Roland Robertson (1984), tidak terlalu memberikan tanggapan langsung terhadap agama. Misalnya pemikiran agama, praktek agama, dan kebiasaan-kebiasaan agama peranannya sedikit.
3. Pelembagaan Agama
Agama begitu universal, permanen dan mengatur dalam kehidupan, sehingga bila tidak memahami agama, akan sukar memahami masyarakat. Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak tergambar secara benar dan utuh.
A. Masyarakat yang Terbelakang dan Nilai-nilai Sakral.
Masyarakat ini berjumlah kecil, terisolasi, dan terbelakang. Anggota masyarakat menganut agama yang sama. Agama memasukan pengaruh yang sakral ke dalam system masyarakat mereka.
B. Masyarakat-masyarakat Praindustri yang sedang Berkembang.
Keadaan masyarakat tidak terisolasi, ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi daripada tipe sebelumnya. Agam memberikan arti dan ikatan kepada system nilai dalam tiap masyarakat ini, tetapi saat yang sama lingkunngan yang sacral dan yang secular itu sedikit banyak masih di bedakan.
C. Masyarakat-masyarakat Praindustri yang Maju.
Bersifat rasional dan berfikir ilmiah dalam pendekatan agama sehingga mengarah ke tingkah laku yang ekonomis dan teknologis. Sifat-siaft agama hampir tidak mungkin dipandang dengan sikap yang netral. Bila sifat rasional penuh dalam membahas agama yang ada pada manusia, maka berati bersifat nonagama.

Sabtu, 07 November 2015

0 MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN


A. Masyarakat
Pengertian para tokoh mengenai masyarakat.
Masyarakat menurut M.J. Herskovits : masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu
Masyarakat menurut J.L Gillin dan J.P Gillin : masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama
Masyarakat menurut Ralph Linton : masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasi dirinya berpikir tentang dirinya dalam suatu kesatuan sosial dalam batas-batas tertentu
Masyarakat menurut S.R. Steinmetz : masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil yang mempunyai hubungan yang erat dan teratur
Masyarakat menurut Hasan Shadily : masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan pengaruh bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain
Syarat-syarat yang harus di miliki Masyarakat
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
- harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
- telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama pada suatu daerah tertentu
- adanya aturan-aturan yang mengatur mereka untuk menuju tujuan bersama
Dipandang dari segi terbentuknya, masyarakat terbagi menjadi 2:
- masyarakat paksaan, misalnya : masyarakat negara, masyarakat tawanan dll
- masyarakat merdeka, yang terdiri dari :
- masyarakat natuur, misalnya gerombolan, suku, yang masih bertalian darah
- masyarakat kultur, terjadi karena kepentingan keduniaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian
MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan disebut juga urban community. Beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, antara lain:
a. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
b. Orang kota umumnya bisa mengurus dirinya sendiri, tanpa bergantung pada orang lain (bersifat individualis)
c. Pembagian kerja warga-warga di kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
d. Kesempatan bekerja lebih banyak didapat oleh warga kota dibanding dengan warga desa
e. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan menyebabkan interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi
f. Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota sehingga pembagian waktu yang teliti sangatlah penting untuk mengejar kebutuhan tiap individu
g. Perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab biasanya kota selalu terbuka menerima pengaruh dari luar
Perbedaan masyarakat desa dan kota, antara lain:
- Jumlah dan kepadatan penduduk
- Lingkungan hidup
- Mata pencaharian
- Corak kehidupan sosial
- Stratifikasi sosial 
- Mobilitas sosial 
- Pola interaksi sosial 
- Solidaritas sosial 
- Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional
Hubungan desa dan kota:
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar, diantara keduanya terdapat hubungan yang sangat erat yang saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warga-warganya akan bahan-bahan pangan, seperti beras, sayur mayur, daging, ikan dll. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya buruh bangunan dalam proyek perumahan. Selain itu, kota juga menyediakan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa, seperti bahan-bahan pakaian, obat-obatan, pembasmi hama dll.
Aspek Positif dan Negatif
Secara umum, seyogyanya lingkungan perkotaan harus mengandung 5 unsur, antara lain:
1. Unsur Wisma, diharapkan:
- dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk di masa yang akan datang
- memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidupan yang layak dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
2. Karya, merupakan jaminan bag kehidupan bermasyarakat. Penyedia lapangan kerja bagi suatu kota dapat dilakukan dengan cara menyediakan ruang
3. Marga, berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya di dalam kota (hubungan internal), serta hubungan kota itu dengan kota-kota lainnya (hubungan eksternal)
4. Suka. Unsur ini merupakan bagian dari ruang perkantoran untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan, dan kesenian.
5. Penyempurnaan.
Pencapaian persyaratan diatas hendaknya dituangkan ke dalam suatu kebijaksanaan dasar yang dikaitkan dengan pengembangan wilayah dan interaksi kota dan sekitarnya secara berimbang dan harmonis. Untuk itu semua, maka tugas dan fungsi aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan:
- Aparatur kota harus dapat menangani pelbagai masalah yang timbul di kota
- Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat agar tidak disusul dengan masalah lainnya
- Masalah keamanan kota harus ditangani dengan baik
- Dalam rangka pemekaran kota, harus ditingatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten.
Rumusan pengembangan kota tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut:
- Menekan angka kelahiran
- Mengalihkan pusat pembangunan pabrik (industri) ke pinggir kota
- Membendung urbanisasi
- Mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah
- Meningkatkan fungsi dan peranan kota-kota kecil atau desa-desa yang telah ada di sekitar kota besar.
- Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan
MASYARAKAT PEDESAAN
- Sutardjo Kartohadikusumo : desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahannya sendiri
- Bintarto : desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungnannya dan pengaruhnya secar atimbal balik dengan daerah lain.
- Paul H Landis : desa adalah penduduknya yang kurang dari 2500 jiwa
Ciri-ciri desa:
a. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa
b. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum dipengaruhi oleh alam, seperti iklim, keadaan alam, kekayaan alam
Ciri-ciri masyarakat desa :
- adanya hubungan yang lebih mendalam dan erat antar warga desa
- sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan (gameinschaft dan paguyuban)
- sebagian besar warga desa hidup dari pertanian
- masyarakat tersebut homogen
Ketegangan sosial yang terdapat dalam masyarakat pedesaan:
a. Konflik (pertengkaran)
b. Kontroversi (pertentangan)
c. Kompetisi (persiapan)
d. Kegiatan pada masyarakat pedesaan
Menurut Mubiyarto, petani Indonesia mempunyai sifat sebagai berikut:
- Petani itu tidak kolot, tidak bodoh atau tidak malas. Mereka sudah bekerja keras sebisa-bisanya agar tidak mati kelaparan
- Sifat hidup penduduk desa atau para petani kecil dengan rata-rata luas sawah ± 0.5 ha yang serba kekurangan adalah nrimo (menyerah kepada takdir) karena merasa tidak berdaya
Sistem Nilai Budaya Petani Indonesia
a. Para petani di Indonesia terutama di Jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. Tapi itu tidak berarti ia harus mengakhiri hidup yang nyata dan menghindarkan diri dengan bersembunyi didalam kebatinan atau dengan bertapa.
b. Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup dan kadang-kadang untuk mencapai kedudukannya.
c. Mereka berorientasi pada masa sekarang, kurang mmeperdulikan masa depan, bahkan kadang-kadang mereka rindu masa lampau, mengenang kekayaan masa lalu
d. Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain, itu hanya merupakan sesuatu yang wajib diterima
e. Untuk mengahadapi alam, mereka cukup hidup dengan bergotong-royong
Unsur-unsur desa :
- Daerah
- Penduduk
- Tata kehidupan


Fungsi desa:
- Sebagai hinterland atau daerah dukung, sebagai suatu daerah pemberi bahan makanan pokok
- Sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power)
- Sebagai desa agraris, manufaktur, industri, desa nelayan dsb
- Sebagai tempat produksi pangan dan komoditi ekspor
Ciri-ciri masyarakat pedesaan di Indonesia:
a. Homogenitas sosial
b. Hubungan primer/kekeluargaan
c. Kontrol sosial yang ketat
d. Gotong royong
e. Ikatan sosial sesuai dengan nilai adat dan kebudayaan
f. Magis religius
g. Pola kehidupan sederhana
5. URBANISASI DAN URBANISME
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. proses urbanisasi menyangkut dua aspek, yaitu:
Ø Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota
Ø Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa
Berikut Faktor penarik urbanisasi:
- Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan
- Tempat tersebut letaknya strategis
- Adanya industri di daerah itu

Selasa, 03 November 2015

0 Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

1.    Pelapisan Sosial

A.   Pengertian
Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakt heterogen yang terdiri dari kelompok social. Dengan adanya kelompok social ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata. 
Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil. Sehubungan dengan ini, maka dengan sendirinya masyarakat merupakan kesatuan yang dalam pemebentukannya mempunyai gejala yang sama. 
Masyarakat tidak dapat dibayangkan tanpa individu , seperti juga individu tidak dapat dibayangkan tanpa adanya masyarakat. Betapa individu dan masyarakat adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan, bahwa  
   a.    Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya 
   b.    Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya


Istilah Stratifikasi atau Stratification berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratification sering diterjemahkan dengan Pelapisan Masyarakat. Sejumlah individu yang mempunyai keduduka (status) yang sama menurut ujuran masyarakatnya dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum

B.    Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial 
Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem social masyakat kuno. Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepadakaum laki-laki dan perempuan. Tetapi hal ini perlu diingat bawa ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri. 
Di dalam organisasi masyarakat primitive pun dimana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut :
1)      Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan hak dan kewajiban
2)      Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak dan kewajiban
3)      Adanya pemimpin yang saling berpengaruh 
4)      Adanya orang-orang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar pelindungan hukum 
5)      Adanya pembagian kerja didalam suku itu sendiri
6)      Adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum 
Pendapat tradisional tentang masyarakat primtif sebagai masyarakat yang komunistis yang tanpa hak milik pribadi dan perdangangan adalah tidak benar. Ekonomi primitf bukanlah ekonomi dari individu-individu yang terisolir produktif kolektif. Apa yang sesungguhnya adalah kolompok ekonomi yang tersusun atas dasar ketergantungan yang timbal balik dan individu-individu yang aktif secara ekonomis, serta bagian-bagian yang lebih kecil daripada suatu kelompok yang memiliki sistem perdangangan dan barter satu sama lain. 
Bilamana di dalam beberapa suku perbadaan ekonomi begitu kecil dan kebiasaan tolong-menolong secara timbale balik mendekati sistem komunisme, hal ini disebabkan hanya terhadapa milik umum dari kelompok 

C.   Terjadinya Pelapisan Sosial  

Ø  Terjadi dengan sendirinya  
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya.  
Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk lapisan dan dasar daripada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
 Ø  Terjadi dengan disengaja
Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini maka didalam organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagu setiap orang di tempat mana letaknya kekuasaan dan wewnang yang dimiliki dan dama suatu oragnisasi baik secara vertical maupun secara horizontal.

Di dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung 2 sistem ialah :
   1)   Sistem fungsional : merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat 
   2)    Sistem scalar      : merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertical)
Pembagian kedudukan ini diperlukan agar organisasi itu dapat bergerak secara teratur untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tetapi terdapat pula kelemahannya adalah sebagai berikut :
    1)      Karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sehingga sering terjadi kelemahan di dalam menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat
    2)      Karena organisasi itu telah diatur sedemikian rupa sehingga membatasi kemampuan-kemampuan invidual yang sebenarnya mampu tetapi karena kedudukannya yang mengangkat maka tidak memungkinkan untuk mengambil inisiatif

     D.   Pembedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya, maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
   1)      Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Di dalam sistem ini permindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik keatas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa
   2)      Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
Di dalam sistem yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan yang diatasnya

     E.   Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial
Bentuk konkrot daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada sementara sarjana yang meninjau bentuk pelapisan masyarakat hanya berdasar salah satu aspek saja misalnya aspek ekonomi, atau aspek politik saja, tetapi sementara itu ada pula yang melihatnya melalui berbagai ukuran secara komprehensif
Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti berikut ini :
    1)      Masyarakat terdiri dari kelas atas dan kelas bawah
    2)      Masyarakat terdiri dari 3 kelas yaitu kelas atas, kelas menegah dan kelas bawah
   3)   Sementara itu ada pula kelas atas, kelas menengah, kelas menengah keatas, kelas menengah kebawah dan kelas bawah
Pada umumnya golongan yang menduduki kelas bawah jumlah orangnya daripada kelas menenga, demikian seterusnya semakin tinggi gologannya semaki sedikit jumlah orangnya. Dengan semikiansistem pelapisan masyarakat itu mengikuti bentuk pyramid

2.    Kesamaan Derajat
Sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik , artinya orang itu sebagai anggota masyarakatnya, mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. Beberapa hak dan kewajiban penting ditetapkan dalam Undang-undagn sebagai hak dan kewajiban asasi. Di dalam susunan negara modern hak dan kebebasan asasi manusia itu dilindungi oleh Undang-undang dan menjadi hukum positif. Undang-undang tersebut berlaku sama pada setiap orang tanpa kecualinya dalam arti semua orang mempunyai kesamaan derajat dan dijamin oleh undang-undang. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan berbagai sector kehidupan. Hak inilah yang banyak dikenal dengan Hak Asasi Manusia

1.     Persamaan Hak
Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat laun dirasakan sebagai suatu yang menggangu, karena dimana kekuasaan negara itu berkembang, terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu. Dan timbul pesengketaan pokok antara 2 kekuasaan itu secara prinsip, yaitu kekuasaan manusia yang berwujud dalam hak dasar beserta kebebasan asasi yang selama itu dimilikinya dengan leluasa, dan kekuasaan yang melekat pada organisasi baru dalam bentuk masyarakat yang merupakan negara tadi.

2.     Persamaan Derajat di Indonesia
Sebagaimana kita ketahui NRI menganut asa bahwa stiap warga negara tanpa kecualinya memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan, dan ini sebagai konsekuensi prinsip dari kedaulatan rakyat yang besifat kerakyatan.

3.    Elite Massa

1)    Elite
Dalam pengertian yang umum elite itu menunjukan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang tertentu khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan. Golongan minoritas yang berbeda pada posisi atas yang secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi social dikenal dengan elite. Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai social.
Sehubungan dengan fungsi yang harus dijalankan oleh elite dalam memegan pimpinan ia harus dapat mengatur strategi yang tepat. Dalam hal ini kita dapat membedakan elite pemegang strategi secara gratis besar sebagai berikut :
   a) Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan)
   b) Elite ekonomi, militer, diplomatic, dan cendikiawan (mereka yang berkuasa dalam bidang itu)
   c) Elite agama, filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat
   d)Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis
Elite dari segala elite dapatlah menjalankan fungsinya dengan mengajak para elite pemegang strategi di tiap bidangnya untuk bekerja sebaik-baiknya.

2)    Massa
Istilah massa dipergunakan untuk menunjukan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal yang lain. Massa diwakili oleh orang yang berperan serta dalam perilaku massal.
Terhadap beberapa hal yang penting sebagian cirri-ciri yang membedakan di dalam massa :
 ·      Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata social, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkah kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda
 ·     Massa merupakan kelompok yang nonim atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym
 ·     Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya. Secara fisik mereka biasanya terpisah satu sama lain serta anonym, tidak mempunyai kesempatan untuk menggerombol seperti yang biasa dilakukan oleh crowd
 ·     Very loosely organized, serta tidak bisa bertindak secara bulat atau sebagai suatu kesatuan seperti halnya crowd
Peranan individu-individu di dalam massa penting sekali kenyataan bahwa massa adalah terdiri dari individu yang menyebar secara luas di berbagi kelompok-kelompok dan kebudayaan-kebudayaan setempat. Itu berarti bahwa object of interess yang menarik perhatian mereka yang membentuk massa adalah perhatian dari mereka yang membentuk massa adalah sesuatu yang terletak diluar kebudayaan dan kelompok setempat dan oleh karena itu obyek tadi tidak bisa dibatasi atau diterangkan dalam istilah understanding atau tertib setempat.


4.    Pembagian Pendapatan

1)    Komponen pendapatan
Pada dasarnya dalam kehidupan ekonomi itu hanya ada 2 kelompok, yaitu rumah tanggan produsen dan tumah tangga konsumen. Dalam rumah tangga produsen dilakukan proses produksi. Pemilik factor produksi yang telah menyerahkan atau mengikutsertakan factor produksinya ke dalam proses produksin akan memperoleh balas jasa. Pemilik tanah akan memperoleh sewa. Pemilik tenaga akan memperoleh upah. Pemilik modal akan memperoleh bunga dan pengusaha akan memperoleh keuntungan.
Semua balas jasa yang diterima oleh pemilik factor produksi tersebut merupakan pendapatan nasional. Dan besar kecilnya sangat tergantung dari peranan tidaknya factor produksi tersebut. Selain itu juga dipengeruhi oleh sistem distribusi dan redistribusi yang berlaku.
Pedagan yang melakukan jasa berupa menjual hasil pertanian yang telah dibelinya dari desa ke kota akan memperoleh balas jasa berupa keuntungan upah karena telah mengangkutnya ke kota, bunga modal karena mengikutsertakan modalnya dalam perdagangan. Sedangkan sewa tanahnya yang berupa retribusi pasar dibayarkan ke pemerintah. Demikian prsosesnya untuk semua proses produksi.

2)    Perhitungan pendapatan

      a)     Sewa tanah
Sewa tanah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh pemilik tanah, karena ia telah menyewakan tanahnya kepada penggarap. Pendapatan yang diterima tersebut hanya semata-mata karena hak milik dan bukan karena ia ikut serta menyumbang jasanya dalam proses produksi
     b)     Upah
Upah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh buruh karena menyumbangkan tenaganya dalam proses produksi
     c)     Bunga Modal
Sewa modal atau bunga adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima ole pemilik modal, karena telah meminjamkan modalnya dalam proses produksi. Modal yang ikut serta didalam proses produksi akan memperbesar hasil produksi.
     d)     Laba pengusaha
Pengusaha memperoleh balas jasa yang berupa keuntungan, karena telah mengorganisasi factor-faktor produksi dalam melakukan proses produksi. Josseph Schumpeter mengemukakan bahwa pengusaha itu keunggulannya tidak sama, tetapi yang lebih unggul adalah mereka yang berhasil menemukan kombinasi baru seperti metode produksi baru, efisiensi dan daerah penjualan yang baru. Pengusaha yang ungguk inilah yang memperoleh laba.

3)    Distibusi Pendapatan

Setelah dilakukan perhitungan pendapatan nasional, maka dapatdiketahui kegiatan produksi dan struktur perekonomian suatu negara. Lebih lanjut akan mempermudah perancangan perekonomian negara, karena telah diketahui bahan mengenai situasi keonomi baik secara makro maupun sektoral. Sector mana yang member sumbangan paling banyak dan juga golongan mana yang memperoleh bagian pendapatan nasional terbanyak.
Selanjutnya dapat dikethui berapa tingkat income perkapita, dan ini menunjukkan tingkat potensi kemakmuran rata-rata. Namun perlu disadari bahwa tingka income perkapita itu hanya merupakan alat ukur untuk membandingkan kemakmuran suatu negara dengan negara lain. Jadi meskipun  tingkat income perkapita tinggi belum berarti bahwa tingkat kemakmuran itu telah merata dan dinikmati oleh semua warga negara
Itulah sebabya persoalan distribusi termasuk paling strategis dan pekas dalam masalah pendapatan nasional dan ini seting menjadi sumber kerusuhan dalam masyarakat. Terdapat dua konsep cara pendistribusian pendapatan nasional sesuai dengan sistem perekonomian yang diterapkan.



 

Ricardo Haurissa Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates