Kamis, 28 September 2017

0 Interaksi Manusia dan Mesin/Komputer pada Film Ex Machina


Masih ingat beberapa hari yang lalu saya tengah menikmati film bertemakan Artificial Intelligence berjudul Chappie, yang sangat memusingkan kepala dan melelahkan mata. Bukan karena alurnya yang sulit dicerna, melainkan karena pengemasannya, terutama eksekusinya yang sangat kacau balau di sana sini. Dengan hadirnya Ex Machina yang rilis di tahun dan dengan tema yang sama ini, rasanya memberikan ‘obat penyegar’ untuk melupakan segala kacau balau di Chappie tadi.
Setelah nonton film ini jadi tau pemainnya. Pemainnya ada Caleb, Nathan, Ava dan Kyoko. Singkat saja si Caleb menang undian untuk datang ke tempat tinggal dan risetnya si Nathan. Tanpa pikir panjang, Caleb menyetujuinya dan datang ke tempat Nathan berada. Nathan memberi tahu kepada Caleb bahwa ia telah membuat robot dengan kecerdasan buatan(Artificial Intelligence) yang ia beri nama Ava. Nathan memberikan tugas kepada Caleb untuk melakukan Turing Test kepada Ava. Dari situlah, perkenalan awal Caleb dengan robot yang berwujud seperti perempuan.
  
Dari situlah, perkenalan awal Caleb dengan sang robot berkecerdasan buatan bernama Ava (Alicia Vikander) bermula. Dari pertemuan awal tersebut, Caleb hanya melontarkan pertanyaan-pertanyaan sederhana terkait siapa sesungguhnya jati diri Ava. Di balik layar, ada Nathan yang mengawasi dan selalu mencatat setiap perkembangan dari Ava. Semakin lama, Caleb semakin akrab dengan Ava. Sebagai ganti dari Caleb yang mencoba mencari tahu siapa dirinya, Ava pun ingin tahu lebih banyak lagi mengenai Caleb. Hingga suatu ketika, Ava membicarakan sesuatu yang bersifat menggoyahkan pemikiran Caleb di tempat tersebut.  

Nathan sendiri merupakan pemilik perusahaan search engine bernama Blue Book. Lokasi risetnya yang terbilang rahasia dan tertutup ternyata ia hanya tinggal berdua dengan Ava dan Kyoko. Sebelumnya saya sudah mengetahui bahwa Ava itu robot dan Kyoko saya kira manusia ternyata ia robot juga. Kyoko merupakan riset Nathan yang memiliki cerita tersendiri. Di dalam alur Kyoko tidak memiliki kemampuan berbicara, tapi ia mengerti sensor suara dan gerakan. Terlihat ketika Nathan menyalakan musik bersama Caleb, dan kyoko pun bergoyang.

Karakter Ava benar-benar mendekati manusia. Mulai dari cara ia bertanya dengan pertanyaan yang membuat Caleb tersentuh, hingga ia memilih pakaian yang tepat untuk ia pakai. Kemampuan dan pengetahuannya berasal dari dari Blue Book yang sudah tersinkronisasi. Hubungan dekat antara Caleb dan Ava semakian terasa. Dari mulanya melakukan percakapan yang merupakan bagian dari tes, kemudian berlanjut pada percakapan yang bersifat pribadi, Caleb sepertinya jatuh cinta pada Ava(cie). Suatu ketika Caleb mencoba mengakses file riset Nathan. Caleb kaget ketika mendapati rekaman riset gagal sebelum Ava lahir. Terpikir dalam benak Caleb untuk merencanankan rahasia kabur.

Pas endingnya tragis, Nathan mati oleh buatannya sendiri si Ava dan Kyoko. Caleb ditinggal pergi sama Ava dengan janji manisnya yang katanya mau kabur bareng. Akhirnya Ava berhasil kabur nggak ngajak-ngajak yang lain dari rumah yang terbilang sangat aman. Hubungan interaksi manusia dengan komputer dalam bentuk robot yang benar-benar menyerupai manusia ternyata memiliki dampak yang tidak diketahui entah positif atau negatif. Terlihat dari film ini, Caleb bisa jatuh hati pada Ava hingga pencipta mati oleh ciptaannya. Positif kalau orangnya sendiri juga positif begitu juga dengan negatif. Kalau saya sendiri ogah tinggal bareng sama robot kayak gini walaupun dari Interface sendiri sangat meyakinkan. Sekian dari saya terima kasih.

Kesimpulan pada film ini adalah kemajuan teknologi sekarang sampai masa yang akan datang akan semakin canggih, mungkin saja manusia dengan robot dapat bekerja atau hidup secara berdampingan. dan pasti akan memiliki danpak positif dan negatif yang besar pula. 
 

Ricardo Haurissa Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates