PENDAHULUAN
Pertumbuhan
penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang
meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya.
Berbeda dengan
mahluk lain, manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupannya. Manusia dapat
memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya.
Sehubungan
dengan hal tersebut dalam pokok bahasan ini, akan di telaah mengenai
pertumbuhan penduduk, perkembangan kebudayaan dan timbulnya perantara sebagai
akibat perkembangan kebudayaan.
PERTUMBUHAN PENDUDUK
Penduduk-penduduk di setiap negara di seluruh dunia,
menempati wilayah dan alam serta geografis tertentu. Menurut data yang dihimpun
dari Biro Statistik masing-masing negara, kepadatan penduduk dunia berdasarkan
jumlah penduduknya diurutkan dari Asia, Afrika, Amerika, Eropa, dan terakhir
Oceania. Asia mendominasi dengan jumlah penduduk sekitar 4,2 milyar orang.
Kemudian disusul Afrika dengan sekitar 1 milyar orang. Lalu Amerika dengan sekitar
950 juta orang. Serta Eropa dan Oceania masing-masing dengan sekitar 700 juta
dan 35 juta orang. Dengan jumlah penduduk dunia di masing-masing benua ini,
estimasi jumlah penduduk dunia tahun 2012 sudah mencapai 7 Milyar orang.
Sungguh jumlah yang lumayan signifikan menghitung pada tahun 2005 penduduk
dunia terhitung 6,5 Milyar orang. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertambahan
penduduk atau faktor-faktor demografi antara lain yaitu; struktur umur,
struktur perkawinan, paritas, disrupsi perkawinan, proporsi perkawinan, dll.
Angka Kematian Kasar atau Crude Death Rate adalah
angka yang menghitung dan menunjukkan jumlah kematian penduduk per 1000
penduduk dalam suatu wilayah tertentu pada pertengahan tahun tertentu. Adapun
rumus menghitung angka kematian kasar adalah:
CDR = Jumlah kematian penduduk dalam tahun
tertentu/Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tententu X 1000 orang (bilangan
konstan)
Angka Kematian Khusus atau Age Spesific Death Rate
(ASDR) adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1000 penduduk
pada golongan umur tententu dalam satu tahun. Adapun rumus menghitung angka
kematian khusus adalah:)
ASDR = Jumlah kematian penduduk umur tententu dalam
satu tahun/Jumlah penduduk umur tententu dalam satu tahun X 1000 orang
(bilangan konstan)
Migrasi juga merupakan salah satu faktor-faktor
pertambahan dan pengurangan penduduk di suatu wilayah tertentu. Migrasi juga
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi demografi dan tingkat kepadatan
penduduk di wilayah tertentu. Migrasi sendiri adalah perpindahan penduduk dari
suatu wilayah ke suatu wilayah lainnya. Migrasi terdiri dari Migrasi
Internasional dan Migrasi Nasional. Migrasi Internasional adalah perpindahan
penduduk dari suatu negara ke negara lain yang melewati batas teritorial suatu
negara. Imigrasi dan Emigrasi merupakan salah jenis-jenis migrasi
internasional. Sedangkan Migrasi Nasional adalah perpindahan internal atau dari
suatu wilayah ke wilayah yang lainnya dalam lingkup suatu negara tertentu.
Jenis-jenis Migrasi Nasional yaitu antara lain salah satunya adalah
Transmigrasi. Transmigrasi merupakan salah satu contoh dari migrasi.
Transmigrasi adalah salah satu tujuan pemerintah untuk mengurangi kepadatan
penduduk dalam suatu wilayah dengan memindahkan penduduk itu sendiri dari wilayah
yang rate kepadatan penduduknya tinggi ke wilayah yang tingkat kepadatan
penduduknya rendah guna mendukung jalannya perekonomian negara itu sendiri.
Prosesnya yaitu dengan memindahkan penduduk yang berminat untuk mengembangkan
kemampuan dan jasanya serta hidup tinggal di daerah selain di Jawa contohnya
yang mempunyai kepadatan penduduk yang paling tinggi ke Kalimantan yang
rata-rata kepadatan penduduknya belum terlalu tinggi. Dampak, akibat, dan
manfaat dari transmigrasi ini sendiri antara lain: Hidupnya perekonomian
wilayah yang dijadikan lahan transmigrasi, Meningkatkan taraf hidup masyarakat
penduduk, Terjadi lalu lintas budaya dan persilangan yang berdampak pada
pertambahan budaya, dan Terciptanya hidup saling rukun, menghormati, dan
menghargai sebagai warna negara suatu negara agar saling menguntungkan satu
sama lain.
Struktur penduduk suatu negara biasanya menggunakan
kriteria umur atau berdasarkan umur untuk struktur negaranya. Struktur penduduk
berdasarkan kriteria umur antara lain:
a. Penduduk muda : Apabila
suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya muda dengan kisaran
umur 0-14 tahun
b. Penduduk dewasa : Apabila suatu
bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya dewasa dengan kisaran umur
15-64 tahun
c. Penduduk tua : Apabila suatu bagian negara
atau negara itu sebagian penduduknya tua dengan kisaran umur 65 tahun ke
atas
Piramida Penduduk
Piramida penduduk biasanya menampilkan dan menyajikan
data penduduk yang menunjukkan komposisi penduduk menurut struktur penduduk
yaitu umur dan jenis kelamin dalam bentuk diagram batang Keterangan umur
disusun secara verikal dengan garis/batang secara horizontal dengan angka
sebagai penunjuk banyaknya penduduk pada umur tersebut. Keterangan jenis
kelamin biasanya disebelah kiri dan perempuan di sebelah kanan. Piramida
Penduduk ada beberapa jenis dan macamnya, antara lain: Piramida berbentuk
segitiga (limas), Piramida berbentuk sarang tawon (batu nisan), dan Piramida
berbentuk segi empat.
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio)
Rasio ketergantungan adalah angka perbandingan yang
manampilkan beban besar tanggungan dari kelompok usia produktif yaitu penduduk
dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun. Kelompok usia produktif inilah yang
juga menanggung kelompok usia muda ( 0-14 tahun ) dan kelompok usia tua (65
tahun ke atas). Semakin besar rasio ketergantungan kelompok usia non produktif
terhadap kelompok usia produktif, semakin besar pula beban yang ditanggung
kelompok usia produktif. Sebagai contoh rasio ketergantungan suatu negara 75.
Berarti 100 orang dari kelompok usia produktif menanggung biaya dan beban hidup
75 orang dari kelompok usia non produktif. Akibat dari rasio ketergantungan
yang besar maka beberapa dampaknya antara lain:
a. Menjadikan pertumbuhan
ekonomi menjadi lambat.
b. Pendapatan perkapita daerah
menjadi rendah atau turun.
c. Daya masyarakat untuk menabung berkurang atau
rendah.
KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Perkembangan budaya selalu terjadi di setiap bagian
negara di setiap belahan dunia. Seiring bertambahnya waktu dan seiring pesatnya
perkembangan jaman, perkembangan budaya di suatu negara menunjukkan adanya
perubahan dan kehidupan berbudaya dalam suatu negara. Perkembangan budaya di
Indonesia pada era globalisasi ini semakin menunjukkan data dan bukti yang
cukup bahwa di Indonesia pun mengalami perubahan dan perkembangan. Baik
masuknya budaya asing ke Indonesia dan juga masih terjaganya tradisi dan budaya
asli yang melekat sebagai identitas bangsa Indonesia yang tumbuh sejak jaman dahulu
yang dilestarikan oleh para leluhur bangsa Indonesia. Kemajuan ilmy teknologi
dan informasi juga merupakan faktor penting dalam perkembangan budaya di
Indonesia. Sebab pada era modern seperti sekarang, informasi dan komunikasi
berkembang pesat antara pengguna teknologi, baik melalui internet, sosial
media, dan berita luar negeri. Kemajuan IPTEK inilah yang seharusnya dapat kita
waspadai apabila budaya asli kita orang Indonesia bakal tergerus dengan budaya
bangsa asing yang terus menerus datang seiring berjalannya waktu. Kita pun
harus segera bisa untuk mengantisipasi dan menyaring budaya asing yang sesuai
dengan budaya asli kita orang Indonesia. Karena apabila kebudayaan kita yang
telah hidup selama bangsa Indonesia berdiri hilang tergerus budaya asing, maka
hilanglah pula identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa dengan seribu etnik
dan kesenian. Maka dari itu, menurut saya marilah kita tetap menyanjung,
melestarikan, mempelajari, mengamalkan, menghargai agar tetap dikenal bangsa
orang lain dan tetap terjaga kelestariannya.
Kebudayaan di Indonesia terpengaruh juga jaman dahulu
oleh para pedagang, pelayar, dan kerajaan-kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam
yang pernah berkuasa di Indonesia. Indonesia sebagai negara pelayaran dan
perdagangan serta tempat belajar pesinggahan orang-orang dari negara lain
seperti India, Bugis, Tiongkok, Jepang dan lain-lain. Kemudian kebudayaan dan
struktur bahasa serta bangunan yang dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan Hindu,
Buddha, dan Islam juga memperngaruhi kebudayaan yang ada di Indonesia sampai
sekarang.
Kebudayaan Hindu-Buddha
Unsur Hindu-Buddha di Indonesia sampai sekarang cukup
banyak. Terlihat dengan masih adanya patung-patung dewa Brahma, Wisnu, Siwa,
dan Buddha sebagai peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Unsur
Hindu-Buddha pada candi-candi peninggalan juga sangat dominan sebagai warisan
kebudayaan jaman dahulu, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Kebudayaan Islam
Kebudayaan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia merupakan salah satu
peninggalan di Indonesia yang cukup dominan, seperti masjid-masjid dan tatanan
hidup bangsa Indonesia. Agama Islam lebih berkembang daripada ajaran
Hindu-Buddha karena di Islam tidak mengenal kasta/tingkatan.
KEBUDAYAAN BARAT
Kemajuan teknologi informasi atau IPTEK memang tidak
dapat dihindarkan lagi dari negara kita, Indonesia. Karena pada jaman dengan
kemajuan teknologi informasi yang modern ini, setiap orang berinteraksi melalui
berbagai macam perangkat teknologi yang sudah menjamur dimana-mana. Karena
kemajuan IPTEK yang pesat inilah, daya dan kekuatan untuk mencegah punahnya
budaya asli di Indonesia pun berkurang dan bahkan sesekali hilang. Kebudayaan
masyarakat asli Indonesia yang harusnya dari generasi ke generasi tetap terjaga
dan teramalkan, sampai sekarang rasanya untuk mempertahankan budaya asli kita
dari invasi budaya barat pun terasa sangat sulit diwijudkan. Apalagi untuk
sekedar tahu dan ingat saja pun kadang banyak orang yang tidak peduli. Yang
jadi pertanyaan, siapa lagi kalau tidak kita sendiri bangsa Indonesia yang mau
melestarikan dan mempertahankan kebudayaan asli kita sendiri ?! Apakah hati dan
perasaan nasionalisme kita tergerak hanya setelah negara lain mencuri satu per
satu budaya Indonesia ?! Lalu setelah bangsa lain mencurinya baru kita peduli
dan teriak serta berkoar-koar dengan lantang tanpa kita sadari sebelumnya
?! Maka dari itu, kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, harus pintar
dalam menyeleksi budaya asing yang secara pesat masuk ke Indonesia!
Kemajuan dalam era modern seperti memang perlu. Tetapi
bukan dengan yang namanya modern lalu sesuatu yang berbau dahulu itu dilupakan.
Kita harus tetap menanam dan mempertahankan apa yang sudah kita punya dari
dahulu sebagai identitas bangsa Indonesia. Sepertinya rakyat Indonesia lebih
menyukai budaya bangsa barat yang berasaskan kebebeasan yang sebebas-bebasnya.
Bukan dengan meniru adab berpakaian mereka yang bebas atau meniru kebiasaan
budaya barat seperti menenggak alkohol tanpa aturan dan resep dokter atau juga
dengan terlalu mengikuti gaya berpikir bangsa barat.
Dengan masuknya kebudayaan barat ke Indonesia, di
samping efek negatifnya, kita juga dapat mengilhami efek positifnya. Berikut
ini adalah yang seharusnya kita dapat pahami dari masuknya kebudayaan barat di
Indonesia:
a. Industry Development atau
Perkembangan Industri Barat. Kita dapat mencontoh industri transportasi dan
komunikasi mereka sebagai sarana membangun bangsa menjadi lebih kuat dan lebih
bisa memajukan ekonomi bangsa Indonesia sendiri, dengan menggunakan tenaga
dalam negeri untuk membangun industri dalam tujuan mengurangi pengangguran yang
ada di Indonesia
b. Perubahan Pola Berpikir dan
Sikap. Dampak dari modernisasi dan globalisasi dari banga barat seharusnya bisa
mengubah pola pikir bangsa Indonesia dari yang Irrasional menjadi Rasional.
Dengan tujuan untuk berpola pikir secara maksimal guna menjadikan fondasi yang
kuat bagi bangsa Indonesia yang bermanfaat untuk kemajuan dan kehidupan rakyat
Indonesia.
c. Kemajuan IPTEK. Kemajuan
teknologi informasi dengan penyaringan yang baik dapat menimbulkan peranan
aktif dalam membangun bangsa. Karena berkat inovasi dalam teknologi, kita
mendapat kemudahan dalam masyakat untuk mengatasi masalah dan memotivasi untuk
lebih maju.
Selain dampak positif, tentu ada juga dampak
negatifnya antara lain:
a. Adanya kesenjangan sosial.
Masyarakat cenderung individualisme karena mereka sudah merasa mempunyai sarana
yaitu teknologi sendiri dan tidak membutuhkan bantuan orang lain dalam
kehidupannya.
b. Banyak barang impor di Indonesia.
Barang produksi luar negeri yang diimpor merajalela dalam pasar Indonesia.
Dampaknya barang produksi dalam negeri menjadi kurang laku dan kurang banyak
yang membeli

