Video disamping ketika herlem shake sedang populer pas adek-adek kompleks sedang bermain wkwkw semangat sekali mereka :D
Selasa, 24 November 2015
0 VIDEO Anaa Kompleks
Video disamping ketika herlem shake sedang populer pas adek-adek kompleks sedang bermain wkwkw semangat sekali mereka :D
Sabtu, 14 November 2015
0 ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan
sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan tertentu dengan
sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki
arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.
2. 4 Hal Sikap yang Ilmiah
- Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif.
- Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
- Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.
- Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali
3. Pengertian Teknologi
Sesuatu yang
berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber,
tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi
tujuan produk
4. Ciri-Ciri Fenomena Teknik Pada Masyarakat
- Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
- Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
- Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
- Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
- Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
- Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri
5. Pengertian Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan
Nilai
Ilmu
Pengetahuan , yaitu sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan
pangkal tumpuan tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris,
umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.
Teknologi , yaitu sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi.
Nilai , yaitu sesuatu yang memiliki harga, menunjukkan kualitas.
Teknologi , yaitu sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi.
Nilai , yaitu sesuatu yang memiliki harga, menunjukkan kualitas.
6. Pengertian Kemiskinan, yatu :
Kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti pangan,
pakaian dan tempat berteduh .
7. Ciri-Ciri Manusia yang Hidup Dibawah Garis
Kemiskinan, yaitu :
·
Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal,
ketrampilan.
·
Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan
sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
·
Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD.
·
Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
·
Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai ketrampilan
8. Fungsi Kemiskinan
- Pertama : adalah menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, tetapi di bayar murah
- Kedua : kemiskinan adalah menambah atau memperpanjang nilai guna barang atau jasa. Baju bekas yang sudah tidak terpakai dapat di jual kepada orang-orang miskin
- Ketiga : kemiskinan adalah mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena di bayar murah, petani tidak boleh menaikan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.
- Kempat : kemiskinan adalah menyediakan lapangan kerja,bagaimana mungkin orang miskin memberikan lapangan kerja ? karena ada orang miskin lahirlah pekerjaan tukang kredit ( barang atau uang ) aktivis-aktivis LSM ( yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan kantor ) belakangan kita tahu bahwa tidak ada komunitas yang paling laku di jual oleh negara ketiga di pasaran internasional selain kemiskinan.
- Kelima : kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya, perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat menunjukan kekuasaannya dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya
Kamis, 12 November 2015
0 AGAMA DAN MASYARAKAT
Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibutikan oleh
pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figure nabi dalam
mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat
kehidupan. Bukti di atas sampai apada pendapat bahwa agama merupakan
tempat mencari makna hidup yang final dan ultimate. Kemudian, pada
urutannya agamayang diyakini merupakan sumber motivasi tindakan individu
dalam hubungan sosialnya dan kembali pada konsep hubungan agama dengan
masyarakat
Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial
menyangkut dua hal yang sudah tentu hubungannya erat memiliki
aspek-aspek yang terpelihara. Yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan
etika agama dalam kehidupan individu dari kelas social dan grup social,
perseorangandan kolektivitas dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur
asing agma diwarnainya. Yang mempunyai seperangkat arti mencakup
perilaku sebagai pegangan individu dengan kepercayaan dan
taat kepada agamanya. Agama sebagai suatu system mencakup individu dan
masyarakat, seperti adanya emosi keagamaan, keyakinan terhadap agamanya.
Dalam proses sosial, hubungan nilai dan tujuan masyarakat
relative harus stabil dalam setiap momen. Bila terjadi perubahan dan
kultural hancurnya bentuk social dan cultural lama. Masyarakat
dipengaruhi oleh berbagai perubahan sosial. Setiap kelompok berbeda
dalam dalam kepekaan agama dan cara merasakan titik kritisnya. Dalam
kepekaan agama setiap kelompok berbeda dalam menafsirkannya, semua
sesuai dengan situasi apa yang dihadapi oleh kelompok tersebut.
Disamping menawarkan nilai-nilai dan solidaritas baru, juga tampil
pola-pola sosial untuk mencari jalan keluar dari pengalaman yang
mengecewakan anomi, menetang sumber yang nyata dan mencoba mengambil
upaya pelarian yang telah disediakan oleh situasi.
1.Fungsi Agama
A.Dimensi keyakinan harapan bahwa orang yang religious akan mengikuti kebenaran ajaran-ajaran agama.
B.
Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan memuja dan berbakti,
yaitu perbuatan untuk melakukan komitmen agama secara nyata.
C.Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama
mempunyai perkiraan tertentu. Yaitu orang yang benar-benar religious
pada suatu waktu akan mencapai pengetahuan yang langsung dan subjektif
tentang realitas tinggi.
D.Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan bahwa orang yang
religius akan memiliki informasi tentang ajaran pokok keagamaan.
E. Dimensi konsekuensi dari komitmen religious berbeda dengan tingkah laku perseorangan dan pembentukan citra pribadinya.
2. masyarakat-masyarkat Industri Sekuler
Masyarakat
industri bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terhadap semua
aspek kehidupan, sebagian besar penyesuaian-penyesuaian terhadap alam
fisik, tetapi yang penting adalah penesuaian-penyesuaian dalam
hubungan-hubungan kemanusiaan sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi mempunyai konsekuensi penting bagi agama. Salah satu
akibatnya adalah anggota masyarakat semakin terbiasa menggunakan metode
empiris berdasakan penalarandan efisiansi dalam menanggapi masalah
kemanusiaan, sehingga lingkungan yang bersifat secular semakin meluas,
seringkali dengan pengorbanan lingkungan yang sakral. Watak masyarakat
sekuler menurut Roland Robertson (1984), tidak terlalu memberikan
tanggapan langsung terhadap agama. Misalnya pemikiran agama, praktek
agama, dan kebiasaan-kebiasaan agama peranannya sedikit.
3. Pelembagaan Agama
Agama begitu universal, permanen dan mengatur dalam
kehidupan, sehingga bila tidak memahami agama, akan sukar memahami
masyarakat. Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe,
meskipun tidak tergambar secara benar dan utuh.
A. Masyarakat yang Terbelakang dan Nilai-nilai Sakral.
Masyarakat
ini berjumlah kecil, terisolasi, dan terbelakang. Anggota masyarakat
menganut agama yang sama. Agama memasukan pengaruh yang sakral ke dalam
system masyarakat mereka.
B. Masyarakat-masyarakat Praindustri yang sedang Berkembang.
Keadaan
masyarakat tidak terisolasi, ada perkembangan teknologi yang lebih
tinggi daripada tipe sebelumnya. Agam memberikan arti dan ikatan kepada
system nilai dalam tiap masyarakat ini, tetapi saat yang sama
lingkunngan yang sacral dan yang secular itu sedikit banyak masih di
bedakan.
C. Masyarakat-masyarakat Praindustri yang Maju.
Bersifat
rasional dan berfikir ilmiah dalam pendekatan agama sehingga mengarah
ke tingkah laku yang ekonomis dan teknologis. Sifat-siaft agama hampir
tidak mungkin dipandang dengan sikap yang netral. Bila sifat rasional
penuh dalam membahas agama yang ada pada manusia, maka berati bersifat
nonagama.
Sabtu, 07 November 2015
0 MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
A. Masyarakat
Pengertian para tokoh mengenai masyarakat.
Masyarakat menurut M.J. Herskovits : masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu
Masyarakat menurut J.L Gillin dan J.P Gillin : masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama
Masyarakat menurut Ralph Linton
: masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup
dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasi dirinya
berpikir tentang dirinya dalam suatu kesatuan sosial dalam batas-batas
tertentu
Masyarakat menurut S.R. Steinmetz : masyarakat
adalah kelompok manusia yang terbesar yang meliputi
pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil yang mempunyai
hubungan yang erat dan teratur
Masyarakat menurut Hasan Shadily :
masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia,
dengan pengaruh bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh
kebatinan satu sama lain
Syarat-syarat yang harus di miliki Masyarakat
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
- harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
- telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama pada suatu daerah tertentu
- adanya aturan-aturan yang mengatur mereka untuk menuju tujuan bersama
Dipandang dari segi terbentuknya, masyarakat terbagi menjadi 2:
- masyarakat paksaan, misalnya : masyarakat negara, masyarakat tawanan dll
- masyarakat merdeka, yang terdiri dari :
- masyarakat natuur, misalnya gerombolan, suku, yang masih bertalian darah
- masyarakat kultur, terjadi karena kepentingan keduniaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian
MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan disebut juga urban community. Beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, antara lain:
a. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
b. Orang kota umumnya bisa mengurus dirinya sendiri, tanpa bergantung pada orang lain (bersifat individualis)
c. Pembagian kerja warga-warga di kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
d. Kesempatan bekerja lebih banyak didapat oleh warga kota dibanding dengan warga desa
e.
Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan
menyebabkan interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor
kepentingan daripada faktor pribadi
f.
Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota mengakibatkan pentingnya faktor
waktu bagi warga kota sehingga pembagian waktu yang teliti sangatlah
penting untuk mengejar kebutuhan tiap individu
g. Perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab biasanya kota selalu terbuka menerima pengaruh dari luar
Perbedaan masyarakat desa dan kota, antara lain:
- Jumlah dan kepadatan penduduk
- Lingkungan hidup
- Mata pencaharian
- Corak kehidupan sosial
- Stratifikasi sosial
- Mobilitas sosial
- Pola interaksi sosial
- Solidaritas sosial
- Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional
Hubungan desa dan kota:
Masyarakat
pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah satu sama
lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar, diantara keduanya terdapat
hubungan yang sangat erat yang saling membutuhkan. Kota tergantung pada
desa dalam memenuhi kebutuhan warga-warganya akan bahan-bahan pangan,
seperti beras, sayur mayur, daging, ikan dll. Desa juga merupakan sumber
tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya
buruh bangunan dalam proyek perumahan. Selain itu, kota juga menyediakan
barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa, seperti bahan-bahan
pakaian, obat-obatan, pembasmi hama dll.
Aspek Positif dan Negatif
Secara umum, seyogyanya lingkungan perkotaan harus mengandung 5 unsur, antara lain:
1. Unsur Wisma, diharapkan:
- dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk di masa yang akan datang
-
memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat
mencapai standar mutu kehidupan yang layak dan memberikan nilai-nilai
lingkungan yang aman dan menyenangkan
2.
Karya, merupakan jaminan bag kehidupan bermasyarakat. Penyedia lapangan
kerja bagi suatu kota dapat dilakukan dengan cara menyediakan ruang
3.
Marga, berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat
dengan tempat lainnya di dalam kota (hubungan internal), serta hubungan
kota itu dengan kota-kota lainnya (hubungan eksternal)
4.
Suka. Unsur ini merupakan bagian dari ruang perkantoran untuk memenuhi
kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan,
kebudayaan, dan kesenian.
5. Penyempurnaan.
Pencapaian
persyaratan diatas hendaknya dituangkan ke dalam suatu kebijaksanaan
dasar yang dikaitkan dengan pengembangan wilayah dan interaksi kota dan
sekitarnya secara berimbang dan harmonis. Untuk itu semua, maka tugas
dan fungsi aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan:
- Aparatur kota harus dapat menangani pelbagai masalah yang timbul di kota
-
Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus
dikerjakan dengan cepat dan tepat agar tidak disusul dengan masalah
lainnya
- Masalah keamanan kota harus ditangani dengan baik
-
Dalam rangka pemekaran kota, harus ditingatkan kerjasama yang baik
antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten.
Rumusan pengembangan kota tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut:
- Menekan angka kelahiran
- Mengalihkan pusat pembangunan pabrik (industri) ke pinggir kota
- Membendung urbanisasi
- Mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah
- Meningkatkan fungsi dan peranan kota-kota kecil atau desa-desa yang telah ada di sekitar kota besar.
- Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan
MASYARAKAT PEDESAAN
-
Sutardjo Kartohadikusumo : desa adalah suatu kesatuan hukum dimana
bertempat tinggal masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahannya
sendiri
-
Bintarto : desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial,
ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam
hubungnannya dan pengaruhnya secar atimbal balik dengan daerah lain.
- Paul H Landis : desa adalah penduduknya yang kurang dari 2500 jiwa
Ciri-ciri desa:
a. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa
b. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum dipengaruhi oleh alam, seperti iklim, keadaan alam, kekayaan alam
Ciri-ciri masyarakat desa :
- adanya hubungan yang lebih mendalam dan erat antar warga desa
- sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan (gameinschaft dan paguyuban)
- sebagian besar warga desa hidup dari pertanian
- masyarakat tersebut homogen
Ketegangan sosial yang terdapat dalam masyarakat pedesaan:
a. Konflik (pertengkaran)
b. Kontroversi (pertentangan)
c. Kompetisi (persiapan)
d. Kegiatan pada masyarakat pedesaan
Menurut Mubiyarto, petani Indonesia mempunyai sifat sebagai berikut:
- Petani itu tidak kolot, tidak bodoh atau tidak malas. Mereka sudah bekerja keras sebisa-bisanya agar tidak mati kelaparan
-
Sifat hidup penduduk desa atau para petani kecil dengan rata-rata luas
sawah ± 0.5 ha yang serba kekurangan adalah nrimo (menyerah kepada
takdir) karena merasa tidak berdaya
Sistem Nilai Budaya Petani Indonesia
a.
Para petani di Indonesia terutama di Jawa pada dasarnya menganggap
bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa,
kesengsaraan. Tapi itu tidak berarti ia harus mengakhiri hidup yang
nyata dan menghindarkan diri dengan bersembunyi didalam kebatinan atau
dengan bertapa.
b. Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup dan kadang-kadang untuk mencapai kedudukannya.
c.
Mereka berorientasi pada masa sekarang, kurang mmeperdulikan masa
depan, bahkan kadang-kadang mereka rindu masa lampau, mengenang kekayaan
masa lalu
d.
Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau
bencana lain, itu hanya merupakan sesuatu yang wajib diterima
e. Untuk mengahadapi alam, mereka cukup hidup dengan bergotong-royong
Unsur-unsur desa :
- Daerah
- Penduduk
- Tata kehidupan
Fungsi desa:
- Sebagai hinterland atau daerah dukung, sebagai suatu daerah pemberi bahan makanan pokok
- Sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power)
- Sebagai desa agraris, manufaktur, industri, desa nelayan dsb
- Sebagai tempat produksi pangan dan komoditi ekspor
Ciri-ciri masyarakat pedesaan di Indonesia:
a. Homogenitas sosial
b. Hubungan primer/kekeluargaan
c. Kontrol sosial yang ketat
d. Gotong royong
e. Ikatan sosial sesuai dengan nilai adat dan kebudayaan
f. Magis religius
g. Pola kehidupan sederhana
5. URBANISASI DAN URBANISME
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. proses urbanisasi menyangkut dua aspek, yaitu:
Ø Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota
Ø Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa
Berikut Faktor penarik urbanisasi:
- Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan
- Tempat tersebut letaknya strategis
- Adanya industri di daerah ituSelasa, 03 November 2015
0 Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
1.
Pelapisan Sosial
A.
Pengertian
Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri
dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakt heterogen
yang terdiri dari kelompok social. Dengan adanya kelompok social ini maka
terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang
berstrata.
Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikatan yang sudah
teratur dan boleh dikatakan stabil. Sehubungan dengan ini, maka dengan
sendirinya masyarakat merupakan kesatuan yang dalam pemebentukannya mempunyai
gejala yang sama.
Masyarakat tidak dapat dibayangkan tanpa individu , seperti juga individu
tidak dapat dibayangkan tanpa adanya masyarakat. Betapa individu dan masyarakat
adalah komplementer dapat kita lihat dari kenyataan, bahwa :
a. Manusia
dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya
b. Individu mempengaruhi masyarakat dan
bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya
Istilah Stratifikasi atau Stratification berasal dari kata STRATA atau
STRATUM yang berarti LAPISAN. Karena itu Social Stratification sering
diterjemahkan dengan Pelapisan Masyarakat. Sejumlah individu yang mempunyai
keduduka (status) yang sama menurut ujuran masyarakatnya dikatakan berada dalam
suatu lapisan atau stratum
B.
Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial
Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin
nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem social masyakat kuno. Seluruh
masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepadakaum laki-laki dan
perempuan. Tetapi hal ini perlu diingat bawa ketentuan tentang pembagian
kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada
pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh sistem kebudayaan itu
sendiri.
Di dalam organisasi masyarakat primitive pun dimana belum mengenal tulisan,
pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai
berikut :
1)
Adanya
kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan hak dan kewajiban
2)
Adanya
kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak dan kewajiban
3)
Adanya
pemimpin yang saling berpengaruh
4)
Adanya
orang-orang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar pelindungan
hukum
5)
Adanya
pembagian kerja didalam suku itu sendiri
6)
Adanya
pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum
Pendapat tradisional tentang masyarakat primtif sebagai masyarakat yang
komunistis yang tanpa hak milik pribadi dan perdangangan adalah tidak benar.
Ekonomi primitf bukanlah ekonomi dari individu-individu yang terisolir
produktif kolektif. Apa yang sesungguhnya adalah kolompok ekonomi yang tersusun
atas dasar ketergantungan yang timbal balik dan individu-individu yang aktif
secara ekonomis, serta bagian-bagian yang lebih kecil daripada suatu kelompok
yang memiliki sistem perdangangan dan barter satu sama lain.
Bilamana di dalam beberapa suku perbadaan ekonomi begitu kecil dan
kebiasaan tolong-menolong secara timbale balik mendekati sistem komunisme, hal
ini disebabkan hanya terhadapa milik umum dari kelompok
C.
Terjadinya Pelapisan Sosial
Ø Terjadi dengan sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.
Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan
atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan
secara alamiah dengan sendirinya. Pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan
wewenang tumbuh dengan sendirinya.
Oleh karena sifatnya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk lapisan dan
dasar daripada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan
masyarakat dimana sistem itu berlaku.
Ø Terjadi dengan disengaja
Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar
tujuan bersama. Didalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas
adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya
pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini maka didalam
organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagu setiap orang di tempat
mana letaknya kekuasaan dan wewnang yang dimiliki dan dama suatu oragnisasi
baik secara vertical maupun secara horizontal.
Di dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung 2 sistem
ialah :
1) Sistem fungsional : merupakan
pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja
sama dalam kedudukan yang sederajat
2) Sistem scalar : merupakan pembagian kekuasaan menurut
tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertical)
Pembagian kedudukan ini diperlukan agar organisasi itu dapat bergerak
secara teratur untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tetapi terdapat pula
kelemahannya adalah sebagai berikut :
1) Karena
organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sehingga sering terjadi kelemahan
di dalam menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat
2) Karena
organisasi itu telah diatur sedemikian rupa sehingga membatasi
kemampuan-kemampuan invidual yang sebenarnya mampu tetapi karena kedudukannya
yang mengangkat maka tidak memungkinkan untuk mengambil inisiatif
D. Pembedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya, maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan
menjadi 2 yaitu :
1) Sistem pelapisan masyarakat yang
tertutup
Di dalam sistem ini permindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain
baik keatas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang
istimewa
2) Sistem pelapisan masyarakat yang
terbuka
Di dalam sistem yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki
kesempatan untuk jatuh ke lapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan yang
diatasnya
E. Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial
Bentuk konkrot daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada
sementara sarjana yang meninjau bentuk pelapisan masyarakat hanya berdasar
salah satu aspek saja misalnya aspek ekonomi, atau aspek politik saja, tetapi
sementara itu ada pula yang melihatnya melalui berbagai ukuran secara
komprehensif
Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti berikut ini :
1) Masyarakat terdiri dari kelas atas
dan kelas bawah
2) Masyarakat terdiri dari 3 kelas
yaitu kelas atas, kelas menegah dan kelas bawah
3) Sementara itu ada pula kelas atas,
kelas menengah, kelas menengah keatas, kelas menengah kebawah dan kelas bawah
Pada umumnya golongan yang menduduki kelas bawah jumlah orangnya daripada
kelas menenga, demikian seterusnya semakin tinggi gologannya semaki sedikit
jumlah orangnya. Dengan semikiansistem pelapisan masyarakat itu mengikuti
bentuk pyramid
2.
Kesamaan Derajat
Sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya
adalah timbal balik , artinya orang itu sebagai anggota masyarakatnya,
mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap
pemerintah dan negara. Beberapa hak dan kewajiban penting ditetapkan dalam
Undang-undagn sebagai hak dan kewajiban asasi. Di dalam susunan negara modern
hak dan kebebasan asasi manusia itu dilindungi oleh Undang-undang dan menjadi
hukum positif. Undang-undang tersebut berlaku sama pada setiap orang tanpa
kecualinya dalam arti semua orang mempunyai kesamaan derajat dan dijamin oleh
undang-undang. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan
berbagai sector kehidupan. Hak inilah yang banyak dikenal dengan Hak Asasi
Manusia
1.
Persamaan Hak
Adanya kekuasaan negara seolah-olah hak individu lambat laun dirasakan
sebagai suatu yang menggangu, karena dimana kekuasaan negara itu berkembang,
terpaksalah ia memasuki lingkungan hak manusia pribadi dan berkuranglah pula
luas batas hak-hak yang dimiliki individu itu. Dan timbul pesengketaan pokok
antara 2 kekuasaan itu secara prinsip, yaitu kekuasaan manusia yang berwujud
dalam hak dasar beserta kebebasan asasi yang selama itu dimilikinya dengan
leluasa, dan kekuasaan yang melekat pada organisasi baru dalam bentuk
masyarakat yang merupakan negara tadi.
2.
Persamaan Derajat di Indonesia
Sebagaimana kita ketahui NRI menganut asa bahwa stiap warga negara tanpa
kecualinya memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan, dan ini
sebagai konsekuensi prinsip dari kedaulatan rakyat yang besifat kerakyatan.
3.
Elite Massa
1)
Elite
Dalam pengertian yang umum elite itu menunjukan sekelompok orang yang dalam
masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus dapat diartikan
sekelompok orang terkemuka di bidang tertentu khususnya golongan kecil yang
memegang kekuasaan. Golongan minoritas yang berbeda pada posisi atas yang
secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi social dikenal
dengan elite. Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk
melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai social.
Sehubungan dengan fungsi yang harus dijalankan oleh elite dalam memegan
pimpinan ia harus dapat mengatur strategi yang tepat. Dalam hal ini kita dapat
membedakan elite pemegang strategi secara gratis besar sebagai berikut :
a) Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai
tujuan)
b) Elite ekonomi, militer, diplomatic, dan cendikiawan
(mereka yang berkuasa dalam bidang itu)
c) Elite agama, filsuf, pendidik dan pemuka masyarakat
d)Elite yang dapat memberikan kebutuhan
psikologis
Elite dari segala elite dapatlah menjalankan fungsinya dengan mengajak para
elite pemegang strategi di tiap bidangnya untuk bekerja sebaik-baiknya.
2)
Massa
Istilah massa dipergunakan untuk menunjukan suatu pengelompokan kolektif
lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi
yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal yang lain. Massa diwakili
oleh orang yang berperan serta dalam perilaku massal.
Terhadap beberapa hal yang penting sebagian cirri-ciri yang membedakan di
dalam massa :
·
Keanggotaannya
berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata social, meliputi orang-orang
dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkah
kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda
· Massa merupakan kelompok yang nonim
atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym
· Sedikit
sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya. Secara
fisik mereka biasanya terpisah satu sama lain serta anonym, tidak mempunyai kesempatan
untuk menggerombol seperti yang biasa dilakukan oleh crowd
· Very loosely
organized, serta tidak bisa bertindak secara bulat atau sebagai suatu kesatuan
seperti halnya crowd
Peranan individu-individu di dalam massa penting sekali kenyataan bahwa
massa adalah terdiri dari individu yang menyebar secara luas di berbagi
kelompok-kelompok dan kebudayaan-kebudayaan setempat. Itu berarti bahwa object
of interess yang menarik perhatian mereka yang membentuk massa adalah perhatian
dari mereka yang membentuk massa adalah sesuatu yang terletak diluar kebudayaan
dan kelompok setempat dan oleh karena itu obyek tadi tidak bisa dibatasi atau
diterangkan dalam istilah understanding atau tertib setempat.
4.
Pembagian Pendapatan
1)
Komponen pendapatan
Pada dasarnya dalam kehidupan ekonomi itu hanya ada 2 kelompok, yaitu rumah
tanggan produsen dan tumah tangga konsumen. Dalam rumah tangga produsen
dilakukan proses produksi. Pemilik factor produksi yang telah menyerahkan atau
mengikutsertakan factor produksinya ke dalam proses produksin akan memperoleh
balas jasa. Pemilik tanah akan memperoleh sewa. Pemilik tenaga akan memperoleh
upah. Pemilik modal akan memperoleh bunga dan pengusaha akan memperoleh
keuntungan.
Semua balas jasa yang diterima oleh pemilik factor produksi tersebut
merupakan pendapatan nasional. Dan besar kecilnya sangat tergantung dari
peranan tidaknya factor produksi tersebut. Selain itu juga dipengeruhi oleh
sistem distribusi dan redistribusi yang berlaku.
Pedagan yang melakukan jasa berupa menjual hasil pertanian yang telah
dibelinya dari desa ke kota akan memperoleh balas jasa berupa keuntungan upah
karena telah mengangkutnya ke kota, bunga modal karena mengikutsertakan
modalnya dalam perdagangan. Sedangkan sewa tanahnya yang berupa retribusi pasar
dibayarkan ke pemerintah. Demikian prsosesnya untuk semua proses produksi.
2)
Perhitungan pendapatan
a) Sewa tanah
Sewa tanah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh
pemilik tanah, karena ia telah menyewakan tanahnya kepada penggarap. Pendapatan
yang diterima tersebut hanya semata-mata karena hak milik dan bukan karena ia
ikut serta menyumbang jasanya dalam proses produksi
b) Upah
Upah adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh buruh karena
menyumbangkan tenaganya dalam proses produksi
c) Bunga Modal
Sewa modal atau bunga adalah bagian dari pendapatan nasional yang diterima
ole pemilik modal, karena telah meminjamkan modalnya dalam proses produksi.
Modal yang ikut serta didalam proses produksi akan memperbesar hasil produksi.
d) Laba pengusaha
Pengusaha memperoleh balas jasa yang berupa keuntungan, karena telah
mengorganisasi factor-faktor produksi dalam melakukan proses produksi. Josseph
Schumpeter mengemukakan bahwa pengusaha itu keunggulannya tidak sama, tetapi
yang lebih unggul adalah mereka yang berhasil menemukan kombinasi baru seperti
metode produksi baru, efisiensi dan daerah penjualan yang baru. Pengusaha yang
ungguk inilah yang memperoleh laba.
3)
Distibusi Pendapatan
Setelah dilakukan perhitungan
pendapatan nasional, maka dapatdiketahui kegiatan produksi dan struktur
perekonomian suatu negara. Lebih lanjut akan mempermudah perancangan
perekonomian negara, karena telah diketahui bahan mengenai situasi keonomi baik
secara makro maupun sektoral. Sector mana yang member sumbangan paling banyak
dan juga golongan mana yang memperoleh bagian pendapatan nasional terbanyak.
Selanjutnya dapat dikethui berapa
tingkat income perkapita, dan ini menunjukkan tingkat potensi kemakmuran
rata-rata. Namun perlu disadari bahwa tingka income perkapita itu hanya
merupakan alat ukur untuk membandingkan kemakmuran suatu negara dengan negara
lain. Jadi meskipun tingkat income
perkapita tinggi belum berarti bahwa tingkat kemakmuran itu telah merata dan
dinikmati oleh semua warga negara
Itulah sebabya persoalan distribusi
termasuk paling strategis dan pekas dalam masalah pendapatan nasional dan ini
seting menjadi sumber kerusuhan dalam masyarakat. Terdapat dua konsep cara
pendistribusian pendapatan nasional sesuai dengan sistem perekonomian yang
diterapkan.
Langganan:
Postingan (Atom)



