Kamis, 23 Maret 2017

12 PENGERTIAN MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI




MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI 
Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode pengelolaan sistem informasi(SI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan SI terhadap bisnis perusahaan.
Manajemen Layanan Sistem Informasi berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti Six Sigma, ERP, dsb) Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan sistem informasi dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.
Manajemen Layanan Sistem Informasi umumnya menangani masalah operasional manajemen sistem informasi dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan software komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.

FRAMEWORK MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI

Contoh kerangka kerja dari Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah sistem pengelolaan data karyawan dan penggajian pada sebuah perusahaan manufaktur, atau biasa disebut Human Resources Information System (HRIS). Software HRIS tersebut biasanya melakukan proses penyimpanan database karyawan dalam sebuah perusahaan. Dari mulai karyawan tersebut di-hire sebagai karyawan sampai dengan karyawan tersebut resign. Manajemen Layanan Sistem Informasi pada HRIS terletak pada proses penginputan data oleh Admin dan juga transaksi-transaksi yang dilakukan secara online oleh karyawan itu sendiri.
Proses Penginputan data oleh Admin biasanya berupa data personal karyawan, gaji, serta data lainnya sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan. Transaksi-transaksi yang dilakukan oleh karyawan biasanya berupa permohonan cuti, overtime, atau yang berhubungan dengan Finance, seperti claim medical reimbursement, expenses, dan lain sebagainya.
Proses otomatisasi tersebut dapat mengurangi kemungkinan human error juga mempercepat proses dengan mengurangi risiko tercecernya dokumen pendukung.

METODELOGI PENELITIAN
4.1. Metode Penarikan Sample
    Karena ada unsur populasi berkakteristik heterogen dan heterogenitas tersebut mempunyai arti yang signifikan pada pencapaian tujuan penelitian, maka peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Stratified Proportional Random Sampling.
4.2. Tenik Analisa Data 
4.2.1. Structural Equation Modelling (SEM) 
        Dengan memperhatikan model penelitian, kerangka teoritis dan tahapan penelitian yang telah diformulasikan sebelumnya, teknik yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini, adalah model persamaan struktural (structural equation modelling (SEM ).
4.3. Kerangka Konseptual 
     Kerangka konseptual dengan mengembangkan model TAM yang dikemukan Davis (1989), dengan menggabungkan Model Teoritis aspek prilaku dalam TI, yaitu Kemudahan pemakaian (ease of use) yang dikemukakan (Iqbaria, 1994) dan Kemanfaatan (usefullness) yang dikemukakan Jantan (2001).
4.3.1. Hipotesis 
       Berdasarkan pada rumusan masalah, tujuan penelitian dan kerangka konseptual yang telah dijelaskan, hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut:
H1 : ease of use berpengaruh signifikan dan positif terhadap acceptance TI 
H2 : ease of use berpengaruh signifikan dan positif terhadap usefullness
H3 : Usefullness berpengaruh signifikan dan positif terhadap acceptance TI

Daftar Pustaka:

Review
Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah metode pengelolaan sistem informasi(SI) yang terpusat pada konsumen layanan SI terhadap bisnis-bisnis tertentu.
Dan ada kala layanan sistem informasi bisa juga digunakan  sebagai sarana-sarana untuk mempermudah mendapatkan informasi ,Manajemen Layanan Sistem Informasi memberikan pengaruh besar terhadap industri-industri dan pesatnya pertumbuhan dalam bidang jasa yaitu teknologi, bisnis, manajemen, dan pemasaran. sebuah perusahaan pun akan mengalami keuntungan jika menerapkan sistem manajemen layanan yang baik.

Manajemen Layanan Sistem Informasi memiliki empat perspektif atau atribut untuk menjelaskan konsep,Hubungan dari masing-masing perspektif sebagai berikut:

a. Partners/Suppliers
Perspektif partners/suppliers memperhitungkan pentingnya mitra dan hubungan dengan  supplier/pemasok external demi membangun kontribusi yang positif pada layanan.
b. People
Perspektif people berkaitan dengan bagaimana mengelola sumber daya manusia seperti staf TI,pelanggan dan stakeholder lainnya guna memenuhi kebutuhan layanan TI.
c. Product/Technology
Perspektif product/technology fokus pada memperhitungkan teknologi yang digunakan, perangkat keras & perangkat lunak, anggaran dan infrastruktur layanan TI.
d. Process
Perspektif process berkaitan dengan menjaga proses layanan agar dapat disampaikan kepada pengguna sesuai dengan aliran proses yang telah direncanakan sehingga dapat memuaskan pelanggan.

Kesimpulan : Dengan adanya Manajemen Layanan Sistem Informasi kita sebagai pengguna merasa mudah / nyaman memakai Layanan Sistem Informasi ini sebab itu kita sebagai pengguna ini harus menjaga dengan baik layanan ini.

Saran saya : Hendaknya pemakaian Sistem Informasi yang dilaksanakan oleh pelaksana yang bertanggung jawab, ditangani oleh orang-orang yang memang ahli dibidangnya sehingga akan mampu menciptakan sistem informasi yang bisa diandalkan dan jika terjadi kesalahan dalam manajemen layanan sistem informasi bisa segera diperbaiki untuk pengembangan kelancaran sistem informasi di Indonesia.


Referensi :


12 komentar:

 

Ricardo Haurissa Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates