Masih
ingat beberapa hari yang lalu saya tengah menikmati film bertemakan Artificial Intelligence berjudul
Chappie, yang sangat memusingkan kepala dan melelahkan mata. Bukan karena
alurnya yang sulit dicerna, melainkan karena pengemasannya, terutama
eksekusinya yang sangat kacau balau di sana sini. Dengan hadirnya Ex Machina
yang rilis di tahun dan dengan tema yang sama ini, rasanya memberikan ‘obat
penyegar’ untuk melupakan segala kacau balau di Chappie tadi.
Setelah nonton film ini jadi tau pemainnya. Pemainnya ada Caleb, Nathan,
Ava dan Kyoko. Singkat saja si Caleb menang undian untuk datang ke
tempat tinggal dan risetnya si Nathan. Tanpa pikir panjang, Caleb
menyetujuinya dan datang ke tempat Nathan berada. Nathan memberi tahu
kepada Caleb bahwa ia telah membuat robot dengan kecerdasan
buatan(Artificial Intelligence) yang ia beri nama Ava. Nathan memberikan
tugas kepada Caleb untuk melakukan Turing Test kepada Ava. Dari
situlah, perkenalan awal Caleb dengan robot yang berwujud seperti
perempuan.
Dari
situlah, perkenalan awal Caleb dengan sang robot berkecerdasan buatan bernama
Ava (Alicia Vikander) bermula. Dari pertemuan awal tersebut, Caleb hanya
melontarkan pertanyaan-pertanyaan sederhana terkait siapa sesungguhnya jati diri
Ava. Di balik layar, ada Nathan yang mengawasi dan selalu mencatat setiap
perkembangan dari Ava. Semakin lama, Caleb semakin akrab dengan Ava. Sebagai
ganti dari Caleb yang mencoba mencari tahu siapa dirinya, Ava pun ingin tahu
lebih banyak lagi mengenai Caleb. Hingga suatu ketika, Ava membicarakan sesuatu
yang bersifat menggoyahkan pemikiran Caleb di tempat tersebut.
Nathan sendiri merupakan pemilik perusahaan search engine bernama Blue
Book. Lokasi risetnya yang terbilang rahasia dan tertutup ternyata ia
hanya tinggal berdua dengan Ava dan Kyoko. Sebelumnya saya sudah
mengetahui bahwa Ava itu robot dan Kyoko saya kira manusia ternyata ia
robot juga. Kyoko merupakan riset Nathan yang memiliki cerita
tersendiri. Di dalam alur Kyoko tidak memiliki kemampuan berbicara, tapi
ia mengerti sensor suara dan gerakan. Terlihat ketika Nathan menyalakan
musik bersama Caleb, dan kyoko pun bergoyang.
Karakter Ava benar-benar mendekati manusia. Mulai dari cara ia bertanya dengan pertanyaan yang membuat Caleb tersentuh, hingga ia memilih pakaian yang tepat untuk ia pakai. Kemampuan dan pengetahuannya berasal dari dari Blue Book yang sudah tersinkronisasi. Hubungan dekat antara Caleb dan Ava semakian terasa. Dari mulanya melakukan percakapan yang merupakan bagian dari tes, kemudian berlanjut pada percakapan yang bersifat pribadi, Caleb sepertinya jatuh cinta pada Ava(cie). Suatu ketika Caleb mencoba mengakses file riset Nathan. Caleb kaget ketika mendapati rekaman riset gagal sebelum Ava lahir. Terpikir dalam benak Caleb untuk merencanankan rahasia kabur.
Pas endingnya tragis, Nathan mati oleh buatannya sendiri si Ava dan Kyoko. Caleb ditinggal pergi sama Ava dengan janji manisnya yang katanya mau kabur bareng. Akhirnya Ava berhasil kabur nggak ngajak-ngajak yang lain dari rumah yang terbilang sangat aman. Hubungan interaksi manusia dengan komputer dalam bentuk robot yang benar-benar menyerupai manusia ternyata memiliki dampak yang tidak diketahui entah positif atau negatif. Terlihat dari film ini, Caleb bisa jatuh hati pada Ava hingga pencipta mati oleh ciptaannya. Positif kalau orangnya sendiri juga positif begitu juga dengan negatif. Kalau saya sendiri ogah tinggal bareng sama robot kayak gini walaupun dari Interface sendiri sangat meyakinkan. Sekian dari saya terima kasih.
Karakter Ava benar-benar mendekati manusia. Mulai dari cara ia bertanya dengan pertanyaan yang membuat Caleb tersentuh, hingga ia memilih pakaian yang tepat untuk ia pakai. Kemampuan dan pengetahuannya berasal dari dari Blue Book yang sudah tersinkronisasi. Hubungan dekat antara Caleb dan Ava semakian terasa. Dari mulanya melakukan percakapan yang merupakan bagian dari tes, kemudian berlanjut pada percakapan yang bersifat pribadi, Caleb sepertinya jatuh cinta pada Ava(cie). Suatu ketika Caleb mencoba mengakses file riset Nathan. Caleb kaget ketika mendapati rekaman riset gagal sebelum Ava lahir. Terpikir dalam benak Caleb untuk merencanankan rahasia kabur.
Pas endingnya tragis, Nathan mati oleh buatannya sendiri si Ava dan Kyoko. Caleb ditinggal pergi sama Ava dengan janji manisnya yang katanya mau kabur bareng. Akhirnya Ava berhasil kabur nggak ngajak-ngajak yang lain dari rumah yang terbilang sangat aman. Hubungan interaksi manusia dengan komputer dalam bentuk robot yang benar-benar menyerupai manusia ternyata memiliki dampak yang tidak diketahui entah positif atau negatif. Terlihat dari film ini, Caleb bisa jatuh hati pada Ava hingga pencipta mati oleh ciptaannya. Positif kalau orangnya sendiri juga positif begitu juga dengan negatif. Kalau saya sendiri ogah tinggal bareng sama robot kayak gini walaupun dari Interface sendiri sangat meyakinkan. Sekian dari saya terima kasih.
Kesimpulan pada film ini adalah kemajuan teknologi sekarang
sampai masa yang akan datang akan semakin canggih, mungkin saja manusia
dengan robot dapat bekerja atau hidup secara berdampingan. dan pasti
akan memiliki danpak positif dan negatif yang besar pula.



0 komentar:
Posting Komentar